Berita Terkini

Peluang dan Tantangan Penambahan DAPIL di Kota Kendari

Kendari, kota-kendari.kpu.go.id Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sultra Hidayatullah bersama anggota KPU Kota Kendari La Ndolili, Ketua KPU Kota Kendari Jumwal Shaleh dan anggota KPU Kota Kendari Alasman Mpesau sebagai pemateri dalam acara diskusi penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi DPRD Kota Kendari, Jumat (19/11) di hotel Az Zahra Kendari.  Kegiatan hari kelima yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kendari (Kesbangpol) bertema menyongsong Pemilu serentak Tahun 2024 yang berintegritas dan bermartabat dihadiri sekitar 79 peserta dari unsur tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemilih pemula, perwakilan partai politik dan perwakilan mahasiswa UHO.  Dalam diskusi setiap narasumber membahas beberapa materi antara lain peluang dan tantangan penambahan dapil dan alokasi kursi DPRD Kota Kendari pada Pemilu 2024, pendataan penduduk dan pemilih dalam penambahan alokasi kursi, peluang perempuan dalam perolehan kursi di dapil dan teknik penataan dapil dan alokasi kursi DPRD Kota Kendari.  Kegiatan yang berakhir sekitar 14.30 wita dipandu moderator KPU Kota Kendari, Ichwansyah. (humasKPUKotaKendari:Sr/foto:Dm)

Peningkatan Kapasitas SDM Kehumasan KPU

Kendari, kota-kendari.kpu.go.id  Ketua KPU Kota Kendari, Jumwal Shaleh menjadi Pemateri Ketiga setelah Yusran Darmawan dan Kabag Humas KPU RI, dalam kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM Bidang Kehumasan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota Lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara yang dilaksnakan KPU Provinsi Sulawesi Tenggara secara daring Kamis (18/11).  Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten/Kota Se-Sultra ini dibuka Ketua KPU Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Abdul Natsir yang kemudian dilanjutkan pengarahan dari Anggota KPU Provinsi Sulawesi Tenggara, Almunardin.  Bertindak sebagai Pemateri yang pertama, Yusran Dermawan (Blogger, Peneliti dan Digital Strategist) dengan Judul Materi “Kiat Konten Media Sosial”. Materi kedua dibawakan Robby Leo Agust (Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik KPU RI) dengan Judul Materi “Fungsi Bakohumas Dalam Membangun Citra Lembaga KPU Menuju Pemilu Serentak 2024”. Materi Ketiga dibawakan Jumwal Shaleh (Ketua KPU Kota Kendari) dengan Judul Materi “Etika Jurnalistik dan Etika Penyelenggara Pemilu Serta Relasi KPU dan Media”. Materi terakhir dibawakan Abdi Mahatma Rioddha (Anggota KPU Kabupaten Bombana) dengan Judul Materi “Strategi Penulisan di Platform Media Berbasis Internet”. Dengan kegiatan ini diharapakan Masyarakat di Sulawesi Tenggara dapat terus mendapatkan informasi yang terpercaya dan terupdate melalui platform media sosial sehingga public trust masyarakat dapat terjaga dengan baik. (humasKPUKotaKendari:rt/foto:Dm)

TeKnis Penataan Dapil & Alokasi Kursi di Kota Kendari

Kendari, kota-kendari.kpu.go.id  Anggota KPU Kota Kendari Sri Marliyah Puteri Taridala, Alasman Mpesau dan La Ndolili  beserta  Anggota Bawaslu Kota Kendari La Ode Hermanto hadir sebagai pemateri dalam acara diskusi Penataan Daerah Pemilihan (Dapil) dan alokasi kursi DPRD Kota Kendari yang diselenggarakan Kesbangpol Kota Kendari, Kamis (18/11) di Hotel Az Zahra Kendari Dalam diskusi tersebut, Alasman Mpesau membawakan materi berjudul “TeKnis Penataan Dapil & Alokasi Kursi di Kota Kendari”, La Ode Hermanto membawakan materi dengan judul “Pengawasan dalam Proses Penataan Dapil dan Alokasi Kursi dalam Pemilu”, La Ndolili membawakan materi dengan judul “Pendataan Penduduk dan Pemilih dalam Penataan Dapil dan Alokasi” dan Sri Marliyah Puteri Taridala membawakan materi dengan judul “Peluang Perempuan dalam Perolehan Kursi Dapil” Kegiatan hari keempat dengan tema " Menyongsong Pemilu Serentak 2024 yang berintegritas dan bermartabat  dihadiri  peserta dari unsur tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, Ormas, perwakilan pengurus Partai Politik, pemilih pemula dan perwakilan mahasiswa UHO. (humasKPUKotaKendari:rt/foto:Dm)

Penataan Dapil Dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kota Kendari Dalam Perspektif Akademik

Kendari, kota-kendari.kpu.go.id Guru besar Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo Kendari Prof. Dr. H. Eka Suaib, M. Si, bersama Ketua KPU Kota Jumwal Shaleh, S. P beserta anggota KPU Kota Kendari Asril, S. Sos., M. Si dan Alasman Mpesau, S.H.M.H hadir sebagai pemateri dalam acara diskusi penataan Daerah Pemilihan (DAPIL) dan alokasi kursi DPRD Kota Kendari yang diselenggarakan Kesbangpol Kota Kendari, rabu (27/11) di Hotel Az Zahra Kendari Dalam diskusi setiap narasumber memaparkan materinya antara lain penataan dapil dan alokasi kursi anggota DPRD Kota Kendari dalam perspektif akademik, teknik pendataan dapil dan alokasi kursi anggota DPRD Kota Kendari, pendataan penduduk dan pemilih dalam penambahan alokasi kursi dan peluang perempuan dalam perolehan kursi di dapil Kegiatan hari ketiga dengan tema " Menyongsong Pemilu Serentak 2024 yang berintegritas dan bermartabat dihadiri peserta dari unsur tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, Ormas, perwakilan pengurus Partai Politik, pemilih pemula dan perwakilan mahasiswa UHO. (humasKPUKotaKendari:Sr/foto:Dm)  

Menyongsong Pemilu Serentak tahun 2024 Yang Berintegritas Dan Bermartabat

Kendari, anggota KPU Kota Kendari Asril, Alasman Mpesau, La Ndolili dan Sri Marliah kembali sebagai pemateri dalam acara diskusi penataan dapil dan alokasi kursi DPRD Kota Kendari yang diselenggarakan Kesbangpol Kota Kendari, selasa (16/11) di hotel Zahra Kendari.  Acara dengan tema menyongsong Pemilu serentak tahun 2024 yang berintegritas dan bermartabat  dihadiri peserta dari unsur Partai Politik, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, utusan dari Kecamatan Kadia dan Wua Wua, mahasiswa  Universitas Mandala Waluya dan pelajar SMA Kartika Kendari.  Dalam diskusi, setiap narasumber membahas beberapa topik materi antara lain peluang dan tantangan penambahan dapil dan alokasi kursi DPRD Kota Kendari, tehnik penataan dapil dan alokasi kursi DPRD Kota Kendari, pendataan penduduk dan pemilih dalam penambahan alokasi kursi dan peluang perempuan dalam  perolehan kursi didapil yang dipandu oleh moderator Samsu Agusdar Safiuddin. (humasKPUKotaKendari:Sr/foto:Dm)

Ketua KPU RI Mengapresiasi Launching Program KP3 di Kendari

Kendari, kota-kendari.kpu.go.id KPU RI Ilham Saputra mengapresiasi Pemerintah Kota Kendari yang telah membantu KPU dalam menjalankan program Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan (KP3) yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar menghasilkan pemilih yang rasional dan berkualitas, hal ini disampaikan saat memberikan sambutannya secara virtual dalam acara Launching KP3 yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kendari, Senin (8/11) di Hotel Zahra Kendari. “Hal ini merupakan bentuk komitmen pemerintah Kota Kendari terhadap proses tahapan penyelenggara Pemilihan Umum yang bermartabat,” ungkapnya Acara launching dihadiri oleh Komisioner KPU Provinsi Sultra, Komisioner KPU Kota Kendari, Ketua Bawaslu Kota Kendari, Kepala OPD Se-Kota Kendari, Camat Se-Kota Kendari, Kabag PDOS dan Kabag Hukum KPU Provinsi Sultra, pemilih muda, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan 75 kader dari Kelurahan Kambu, Wundubatu dan Punggaloba. Walikota Kendari, H. Sulkarnain, SE.,ME dalam sambutannya mengharapkan agar peserta atau kader kader  yang terlibat  dalam KP3 dapat memberikan pemahaman kepemiluan kepada masyarakat luas,  sehingga masyarakat dapat memahami arti pemilu dengan baik. “Dalam menentukan pilihan bukan hanya sekedar memilih orang, namun  memilih berdasarkan pemahaman dan pengetahuan sehingga Kota Kendari kedepannya lebih baik lagi,” jelasnya Ketua KPU Provinsi Sulawesi Tenggara Laode Abdul Natsir dalam sambutannya juga menyampaikan Pemilu di Tahun 2024 adalah penyelenggaraan Pemilu yang bersejarah bagi bangsa Indonesia karena pada tahun yang sama akan diselenggarakan Pemilu dan Pemilihan. “Pada tahun 2024 akan dilaksanakan pemilihan presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/Kota dan diwaktu bersamaan akan diselenggarakan Pemilihan Kepala Daerah,” jelasnya Ia mengingatkan dimasa transisi Pemilu dan Pemilihan di tahun 2024 mendatang, agar sedini mungkin dapat menyiapkan pemilih yang memahami tanggung jawab sebagai pemilih dan tanggung jawabnya sebagai warga negara. “Ketika bangsa ini menentukan pemimpinnya secara demokrasi, maka rakyat akan menentukan pilihannya dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara untuk menggunakan hak pilihnya,” ungkapnya. Launcing KP3 dibuka dan diresmikan oleh Walikota Kendari H. Sulkarnain bersama Ketua KPU RI Ilham Saputra secara virtual, Komisioner KPU Provinsi Sultra, Komisioner KPU Kota Kendari, Kadis Kesbangpol dan Ketua Bawaslu Kota Kendari. Setelah launching acara dilanjutkan pembekalan kepada 75 Kader dari Kelurahan Kambu, Wundubatu dan Punggaloba yang di pandu oleh Erwin Randalaju. Dalam pembekalan menghadirkan narasumber Ketua KPU Provinsi Sultra Laode Abdul Natsir, Ketua KPU Kota Kendari Jumwal Shaleh, Anggota KPU Kota Kendari, Asril dan Sri Marlia Puteri. Dalam materi pemahaman tentang tahapan Pemilu dan Pemilihan yang strategis, Natsir mengatakan Pemilu merupakan sarana kedaulatan rakyat untuk menentukan pemimpinnya sebagaimana diatur dalam UU Nomor 7 tahun 2017 sedangkan Pemilihan adalah  sarana untuk memilih pemimpinnya di tingkat daerah sebagaimana diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016. “Inti dari sebuah aktivitas Pemilu adalah system Pemilu atau Pemilihan itu sendiri dengan cara mengkonversi pilihan pemilih menjadi kursi legislatif dan eksekutif yang dikenal dengan konversi suara rakyat menjadi kursi kekuasaan,” tambahnya Narasumber kedua Jumwal dalam materinya menyampaikan Komunikasi public adalah proses penyampaian pesan secara efektif di hadapan dua orang atau lebih, namun seiring perkembangan teknologi dan pengetahuan saat ini komunikasi publik telah dapat dilakukan pada media sosial. Diakhir sesi penyampaian materi dengan tema teknik komunikasi publik, jumwal menjelaskan peran Kader KP3 dalam melakukan sosialisasi antara lain menyebarluaskan informasi penyelenggara dan penyelenggara tahapan Pemilu, membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya partisipipasi dalam Pemilu, menciptakan situasi yang kondusif sehingga Pemilu dapat berjalan secara damai, mendorong masyarakat menggunakan hak pilih secara rasional, meningkatkan kepercayaan public terhadap penyelenggara, penyelenggaraan dan hasil Pemilu, sebagai pelayan publik/ juru bicara/penyedia informasi terkait  kepemiluan yang terdepan, membangun Kerjasama antar instansi/Lembaga pemerintah untuk informasi kepemiluan. Asril dalam materi pentingnya demokrasi Pemilu/Pemilihan dan partisipasi mengatakan kader KP3 dibentuk untuk mensosialisasikan tahapan kegiatan KPU kepada masyarakat untuk memberikan pendidikan politik sehingga dapat berpartisipasi dalam proses penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan. Pengertian demokrasi menurut Abraham Lincoln adalah pemerintah dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, karena kedaulatan berada di tangan rakyat maka sarana yang digunakan untuk memilih calon pemimpin eksekutif dan legislatif melalui Pemilu dan Pemilihan Asril berharap  pada pemilu 2024 mendatang partisipasi pemilih di Kota Kendari akan semakin meningkat dan tidak terjadi lagi pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di masing masing TPS.  Dalam materi perempuan cerdas berdemokrasi, sri menyampaikan keterlibatan perempuan dalam politik telah diatur dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang termuat dalam Pasal 173 ayat (2) point menyebutkan partai politik  dapat menjadi peserta Pemilu setelah memenuhi persyaratan menyertakan paling sedikit 30% keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik tingkat pusat. “ Dengan dikeluarkannya Undang-Undang tentang Pemilu maka setidaknya regulasi tersebut menjadi titik terang bagi kiprah perempuan dalam dunia politik di Indonesia,” jelasnya Konsep keterwakilan perempuan menurut Anne Philips terdapat 4 Konsep antara lain menuntut prinsip keadilan bagi laki laki dan perempuan, menawarkan modal peran keberhasilan politisi perempuan, mengidentifikasi kepentingan kepentingan khusus perempuan yang tak terlihat dan menekankan adanya perbedaan hubungan perempuan dengan politik, sekaligus menunjukan kehadirannya dalam meningkatkan kualitas perpolitikan. “Salah satu contoh peran penting perempuan dalam mewujudkan politik yang mencerminkan kesetaraan gender antara lain mengikuti proses seleksi KPU dan Bawaslu di tingkat Provinsi dan Kabupaten, aktif dalam mengikuti seleksi pengawasa Pemilu di tingkat Kecamatan hingga ke tingkat TPS, aktif terlibat sebagai calon legislatif  dan aktif sebagai pemantau di TPS,” jelasnya (humasKPUKotaKendari:Sr/foto:Dm)

Populer

Belum ada data.